Di pesisir Desa Kelan, suasana pagi nelayan kini berbeda. Suara bising mesin perahu hilang, digantikan desiran ombak dan angin. Inovasi perahu bertenaga listrik yang diisi ulang dengan panel surya sukses menekan emisi karbon, sekaligus menghemat biaya bahan bakar. Langkah ini menjadi contoh nyata pemanfaatan energi bersih di sektor kelautan.
Program Desa Energi Berdikari dan KeNaLi
Tanggung Jawab Sosial PIS
PT Pertamina International Shipping (PIS) memilih Desa Kelan sebagai lokasi program Desa Energi Berdikari (DEB). Tujuannya, selain melestarikan ekosistem laut, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Manager CSR PIS, Alih Istik Wahyuni, menyampaikan, inisiatif ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di sektor logistik kelautan.
Kolaborasi Holistik untuk Nelayan
Melalui program KeNaLi (Keluarga Nelayan Lestari), PIS menghadirkan inovasi berkelanjutan untuk masyarakat pesisir. Program ini menggabungkan aspek energi bersih, ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Para nelayan kini bisa mengoperasikan perahu listrik yang efisien, ramah lingkungan, dan hemat biaya, berkat dukungan panel surya dan baterai yang disediakan.
Teknologi Perahu Listrik dan Efisiensi Energi
Mesin Listrik dan Panel Surya
Pada tahap awal, PIS menyediakan lima unit mesin listrik dan sepuluh baterai untuk kelompok nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari.
Perahu ini menggunakan energi yang diisi dari panel surya, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Teknologi ini memungkinkan operasional yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.
Pengurangan Emisi dan Penghematan Biaya
Dalam dua bulan pertama, penggunaan perahu listrik berhasil menurunkan emisi karbon hingga 62 kilogram CO₂, setara dengan penurunan lebih dari 70% dibanding mesin konvensional.
Efisiensi energi meningkat 78%, sekaligus mengurangi biaya operasional bahan bakar. Dengan demikian, program ini membawa manfaat ganda bagi lingkungan dan ekonomi nelayan.
Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Lingkungan
Pelatihan dan Edukasi
Selain menyediakan teknologi, PIS juga menghadirkan program edukasi konservasi laut bagi warga Desa Kelan. Nelayan dilatih memahami pentingnya energi terbarukan, pengelolaan sumber daya laut, dan pelestarian ekosistem maritim. Pendekatan ini membuat masyarakat lebih sadar lingkungan dan siap menghadapi transisi energi bersih.
Dampak Ekonomi Lokal
Program ini mendorong lahirnya usaha mikro berbasis sumber daya lokal. Contohnya, ecotrip mangrove, pengolahan ikan laut, hingga layanan wisata berbasis komunitas. Dengan demikian, perahu listrik bukan hanya mengurangi emisi, tapi juga menumbuhkan ekonomi kreatif di desa pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun program berjalan sukses, sejumlah tantangan tetap ada. Pemeliharaan teknologi perahu listrik membutuhkan tenaga ahli, sedangkan pendanaan untuk ekspansi perlu dukungan berkelanjutan. Namun, dengan kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Desa Kelan berpotensi menjadi model desa pesisir mandiri energi di Indonesia.
Peralihan nelayan Desa Kelan ke perahu listrik menunjukkan bahwa energi bersih dapat diterapkan secara praktis, ramah lingkungan, dan ekonomis. Inovasi ini menurunkan emisi karbon secara signifikan, mengurangi biaya operasional, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Desa Kelan kini menjadi contoh inspiratif bagi penerapan energi berkelanjutan di sektor kelautan Indonesia.
