Proteksi Askrindo untuk UMKM Maritim, Langkah Besar Membangun Ketahanan Usaha Lautan

 

Proteksi Askrindo untuk UMKM Maritim, Langkah Besar Membangun Ketahanan Usaha Lautan

Saat ini para pelaku UMKM di sektor kemaritiman Indonesia makin banyak diperhatikan oleh pelaku usaha besar dan pemerintah. Salah satu dukungan nyata datang dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), melalui program perlindungan asuransi mikro yang menyasar pelaku usaha kecil di sektor laut dan perikanan. 

Inisiatif ini bukan sekadar klaim asuransi biasa. Ini adalah langkah penting untuk mengatasi risiko usaha yang melekat di sektor kemaritiman sekaligus meningkatkan inklusi keuangan UMKM Indonesia.

Dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana Askrindo meluncurkan proteksi yang tepat guna bagi pelaku UMKM di sektor laut, apa dampaknya bagi nelayan dan pelaku usaha kecil lainnya, serta potensi lanjutan dari langkah strategis ini dalam jangka panjang.

Tantangan UMKM di Sektor Kemaritiman

UMKM sektor kemaritiman seperti nelayan, pengolah ikan, tukang kapal kecil, dan pedagang laut sering menghadapi risiko usaha yang berat: dari cuaca ekstrem, kerusakan peralatan, hingga fluktuasi harga komoditas laut. 

Risiko-risiko itu sering kali membuat usaha mereka rawan terpuruk, apalagi bila tak punya cadangan finansial atau akses pembiayaan formal. Kondisi ini diperparah oleh kenyataan bahwa banyak UMKM belum punya akses mudah ke layanan asuransi yang bisa melindungi aset usaha mereka dari kejadian yang tak terduga.

Sementara pemerintah terus mendorong inklusi keuangan dan akses modal, faktor risiko operasional tetap jadi hambatan besar dalam usaha laut. Askrindo melihat peluang untuk mengambil peran strategis dengan menawarkan solusi yang bisa meringankan beban risiko tersebut.

Apa Itu Asuransi Mikro Bahari dan Bagaimana Cara Kerjanya

Konsep Asuransi Mikro Bahari

Produk yang diluncurkan oleh Askrindo dikenal dengan nama asuransi mikro bahari. Ini adalah bentuk asuransi yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM di sektor laut dan perikanan. 

Biasanya, UMKM kecil kesulitan mengakses produk asuransi konvensional karena persyaratan yang rumit dan premi yang dirasa mahal. Asuransi mikro bahari hadir dengan konsep jangkau, sederhana, dan relevan dengan kebutuhan usaha kecil laut.

Secara garis besar, asuransi ini memberikan perlindungan terhadap risiko yang umum terjadi di sektor laut, seperti kerusakan kapal nelayan akibat bencana, kebakaran, atau kecelakaan kerja di laut. Ini tentu jadi jaminan psikologis dan finansial bagi nelayan dan pelaku usaha laut yang selama ini hidup dari ketidakpastian.

Penyerahan Simbolis dan Target Program

Dalam peluncurannya di Jakarta Utara, Askrindo menyerahkan secara simbolis polis asuransi ini kepada sejumlah kelompok nelayan dan pelaku UMKM maritim. Penyerahan dilakukan di acara yang bertujuan memberi ruang edukasi sekaligus memperkenalkan protokol asuransi mikro secara langsung kepada komunitas maritim.

Ketua pelaksana kegiatan itu menyatakan bahwa program tersebut menjadi wadah efektif untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha kecil tentang pentingnya perlindungan risiko usaha, serta bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di luar bisnis mainstream perkotaan.

Manfaat Perlindungan Asuransi Mikro bagi Pelaku UMKM

Program ini memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan bagi UMKM di sektor kemaritiman.

Mengurangi Risiko Finansial secara Langsung

Dengan adanya asuransi mikro bahari, UMKM kecil kini punya payung proteksi ketika terjadi hal tak terduga. Misalnya jika kapal rusak karena cuaca buruk, pemilik kapal tak lagi menanggung seluruh biaya sendiri. Risiko itu bisa diminimalkan dengan klaim asuransi, sehingga usaha bisa tetap berjalan tanpa beban finansial berat.

Meningkatkan Kepercayaan Usaha

Dengan jaminan asuransi, pelaku UMKM akan merasa lebih aman dalam mengembangkan usaha mereka. Perlindungan terhadap risiko laut bukan lagi sesuatu yang mematikan yang harus ditanggung sendiri, sehingga nelayan dan usaha kecil lain bisa fokus meningkatkan produktivitas dan volume usaha.

Turunkan Hambatan Akses Keuangan Lebih Lanjut

Seringkali, bank atau lembaga keuangan besar enggan memberi kredit kepada UMKM kecil karena risiko tinggi. Dengan adanya asuransi perlindungan, risiko ini sedikit banyak bisa dikurangi. 

UMKM berpeluang lebih besar untuk mengakses kredit modal kerja atau pembiayaan lain mereka. Ini tentu jadi pijakan awal untuk scale up usaha mereka ke level berikutnya.

Langkah Askrindo dalam Meningkatkan Literasi Finansial

Selain memberi proteksi langsung, Askrindo juga menggunakan momen ini untuk mendorong literasi keuangan bagi UMKM. 

Di acara-acara seperti festival dan pertemuan komunitas UMKM, staf dan narasumber perusahaan memberikan edukasi tentang bagaimana asuransi mikro bekerja, kapan klaim bisa diajukan, dan bagaimana menghitung risiko usaha secara sederhana.

Literasi seperti ini penting karena terkadang yang membuat pelaku UMKM enggan mengambil asuransi bukan hanya soal biaya, tetapi ketidaktahuan tentang manfaatnya. 

Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik, diharapkan UMKM makin melek finansial dan mampu memanfaatkan semua produk layanan keuangan yang tersedia.

Potensi Kesinambungan dan Ekspansi Program

Program asuransi mikro bahari ini punya potensi besar untuk diperluas lebih jauh ke berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah pesisir yang banyak pelaku UMKM maritimnya. Dengan perluasan pelindungan semacam ini, bukan tidak mungkin sektor ekonomi laut Indonesia bakal makin stabil.

Tak hanya itu, integrasi asuransi mikro dengan program pemerintah lainnya seperti Kredit Usaha Rakyat atau pelatihan digital marketing UMKM juga bisa mempercepat transisi pelaku usaha kecil ke bisnis yang lebih modern dan tahan banting.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال

How To Get It For Free?

If you want to get this Premium Blogger Template for free, simply click on below links. All our resources are free for skill development, we don't sell anything. Thanks in advance for being with us.